RUU KKG Kebijakan Galau…!


Tidak benar,bahwa wanita di seluruh dunia ini dianggap tertindas dan tidak diperlakukan adil. Jika melihat dasar biologis dan implikasi sosialnya, ternyata Islam tidak hanya membela wanita tertindas, tapi juga mendudukkan wanita pada posisinya yang sesuai. Meletakkan sesuatu pada tempatnya disebut Adil dalam Islam. Karena itu, jika Allah tidak memberi kesempatan kepada perempuan untuk berkiprah dalam berbagai hal, bukan berarti Allah merendahkan martabat perempuan. Tapi, justru itulah satu bentuk kasih sayang Allah kepada perempuan. Dengan berorientasi pada akhirat, maka berbagai bentuk amal perbuatan akan menjadi indah. Termasuk keridhaan menerima pembagian peran yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jujur saja, saya sebagai wanita Muslimah yang berpegang teguh kepada Al qur’an dan As sunnah tidak mau terikat dengan dibuat aturan umum yang mengikat semua warga Negara terutama kaum perempuan. Yang jelas-jelas bertentangan dengan dua Kitab Suci agama saya. RUU KKG adalah sangat jelas sebagai wujud pemaksaan perempuan untuk tidak menjadi seperti yang mereka kehendaki. Berarti sangat jelas RUU KKG adalah aturan jahat dan menggambarkan pelaku yang mengajukan RUU tersebut sedang galau.
Jika di lihat setiap pasal RUU KKG sangat menarik sekali, seakan-akan RUU tersebut membela kaum perempuan padahal sebenarnya menindas kaum perempuan dan sangat merusak tata hukum yang sudah sesuai dalam Al qur’an dan As sunnah. Karna bagaimana mungkin kalam Allah yang sudah muthlak kebenarannya dan tidak akan berubah sedikitpun lafazd atau maknanya, dan Kitab Suci itu sudah di jamin keasliannya oleh Allah, bisa di obrak-abrik oleh pemikiran sekelompok manusia yang sebenarnya ingin merusak Islam. Lalu dengan mudahnya menjadi RUU KKG sebagai pengikat dalam aturan Hukum Negara. Lebih tepatnya membela Kaum Perempuan Iblis bukan membela Kaum perempuan manusia.
Jadi sangat jelas RUU KKG bukan memperjuangkan deskriminasi perempuan. Sebaliknya RUU KKG penyebab deskriminasi perempuan nantinya. Nauzdubillah…
Islam memandang perempuan sebagai bagian dari keluarga bukan bagian dari individual menurut pandangan Peradaban Barat. Oleh karma itu, ketika perempuan ingin menikah harus wali yang menikahkan bukan diri perempuan itu sendiri karma hal itu menyangkut penyerahan tanggung jawab kepada pihak laki-laki.
Kaum feminism juga beranggapan bahwa tidaklah adil jika laki-laki boleh poligami dan wanita tidak boleh poliandri. Bagi mereka, adalah tidak adil, jika istri keluar rumah harus seijin suami, sedangkan suami boleh keluar rumah tanpa izin istri. Dan lain sebagainya.
Itu benar-benar adalah pemahaman yang keliru. Padahal sebenarnya di bolehkan laki-laki berpoligami itu kalau laki-laki bisa berbuat Adil dan karna laki-laki yang mencari Nafkah buat Istri-Istrinya, sedangkan Istri-istrinya di rumah sebagai Ibu Rumah tangga yang mengurusi anak-anaknya. Apa jadinya kalau perempuan boleh Poliandri…? Secara Logika kalau Perempuan Hamil dia akan bingung siapa Ayah Biologisnya, hal ini membuat saya ngeri Nauzdubillah !. Menurut saya wajar saja seorang Istri meminta izin pada suaminya karna dia adalah kepala Rumah Tangga. Wakil Presiden saja dalam memutuskan sesuatu harus mendapat persetujuan dari Ketua Presiden.

Dalam hal ini, Islam bukan berarti melakukan diskriminasi. Dalam persoalan ibadah Allah SWT tidak pernah memandang faktor psikis maupun fisik, karena yang dilihat adalah bagaimana seorang hamba dapat menjalankan ibadah dengan ikhlas, sehingga ibadahnya betul-betul dijadikan persembahan utama yang bersifat wajib sebagai seorang hamba kepada tuhannya.
Islam juga tidak melarang perempuan bekerja di luar rumah, dengan syarat pertama perempua harus medapat izin dari suami bagi yang sudah menikah, dan izin wali bagi yang belum menikah, menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, tidak berdandan secara berlebihan karma mereka harus berinteraksi dengan banyak laki-laki yang bukan Muhrimnya, tempat pekerjannya tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan agar tidak memancing syahwat, dan seharusnya pekerjaan perempuan harus sesuai dengan kodratnya dan yang paling penting perempuan tidak melupakan tugasnya sebagai wanita rumah tangga di samping menjadi wanita karir. Syarat-syarat itu di sebutkan dalam QS: 33 ( 32-34).
Menurut saya sebagai perempuan syarat-syarat tersebut sangat nyaman di terapkan dalam aktivitas menjadi perempuan yang bekerja di luar rumah. Karna dengan syarat-syarat tersebut wanita tetap menjadi terhormat secara moral dan etika, serta membantu para laki-laki untuk tidak berbuat Maksiat atau tidak pantas di lakukan di hadapan Manusia dan di hadapan Allah.
Pada akhirnya, dalam menilai suatu konsep – seperti konsep Kesetaraan Gender – seorang harus memilih untuk menempatkan dirinya: apakah dia rela menerima Allah SWT sebagai Tuhan yang diakui kedaulatannya untuk mengatur hidupnya? Seorang Muslim, pasti tidak mau mengikuti jejak Iblis, yang hanya mengakui keberadaan Allah SWT sebagai Tuhan, tetapi menolak diatur oleh Allah SWT.
Demikianlah, RUU KKG membuat saya sebagai Muslimah Galau karma saya ingin menjalani kehidupan yang sesuai dengan tata cara Islami. Dan tidak sedikitpun aturan yang di buat oleh Allah dalam Al qur’an merugikan perempuan pada Umumnya. Justru perempuan di angkat drajat dan kehormatannya dalam Islam. Perempuan adalah Makhluq yang sangat mahal Harganya. Perempuan itu Ibarat Mutiara dalam lautan.
Kepada Pemerintah dan DPR sesungguhnya yang kaum feminisme perjuangkan justru pada tataran untuk memuaskan nafsu dan ini sangat aneh! Jangan Dholimi kaum perempuan Muslimah dengan RUU KKG, biarkan mereka menganut ajaran sesuai dengan Agama mereka. Tidak takutkah para Pemimpin atau Wakil Rakyat dengan ancaman Allah kelak di hari Qiyamat mereka tidak mendapat Naungan apapun kecuali Naungan Allah SWT.

Advertisements

About hokamaelhammasah

keyaqinanku kepada Allah melindungiku.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s